Senin, 28 Maret 2022

Rangkuman Etika Utilitarianisme

Pengertian Etika Utilitarianisme

    Utilitarianisme adalah suatu ide atau faham dalam falsafah moral yang menekankan prinsip manfaat atau kegunaan dalam menilai suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar.

    Teori Utilitarian mengatakan bahwa suatu kegiatan bisnis adalah baik dilakukan jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat.

    Menurut faham Utilitarianisme bisnis adalah etis, apabila kegiatan yang dilakukannya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya pada konsumen dan masyarakat.

 

Nilai Positif Etika Utilitarianisme

    Nilai Positif Etika Utilitarianisme adalah pada rasionalitas dan universal. Rasionalnya yang mengutamakan kepentingan orang banyak lebih berharga daripada kepentingan individu. Universal ialah pebisnis dunia giat untuk mensejahterakan masyarakat dunia.

 

Cost and Benefit Analysis

    Analisa ini menghitung berapa besar biaya yang akan dikeluarkan oleh pebisnis dan akan diderita oleh masyarakat bila dibandingkan dengan keuntungan yang diterima oleh pebisnis serta manfaat bisnis yang diterima oleh masyarakat.

    Cost and benefit analysis memusatkan usaha analisis bisnis untuk memperoleh keuntungan daripada kerugian perusahaan, apalagi yang dilakukan perusahaan dalam keadaan bagaimanapun, maka proses bisnis diupayakan untuk selalu memperoleh profit daripada kerugian.

 

Kesulitan Etika Utilitarianisme   

    Manfaat utilitarianisme yang menutamakan kepentingan masyarakat luas merupakan sebuah konsep bernilai tinggi, sehingga dalam praktek bisnis sesungguhnya dapat menimbulkan kesulitan bagi pelaku bisnis.


Contoh Kasus produk/perusahaan yang menerapkan Etika Utilitarianisme


PT. UNILEVER INDONESIA

Sejak didirikan pada 5 Desember 1933Unilever Indonesia telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan terdepan untuk produk Home and Personal Care serta Foods & Ice Cream di Indonesia. Rangkaian Produk Unilever Indonesia mencangkup brand-brand ternama yang disukai di dunia seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Walls, Blue Band, Royco, Bango, dan lain-lain.

Dilihat dari produk yang dipasarkan, PT Unilever Indonesia telah menerapkan :

- Cuci tangan agar terhindar dari kuman dengan menggunakan sabun (Produk Sabun Lifebuoy)

- Pakaian bersih dari noda menggunakan deterjen (Produk Rinso)

- Badan bersih dan wangi saat mandi menggunakan sabun mandi (Produk Dove)






Rabu, 09 Maret 2022

Filosofi Pemikiran Friedrich Nietzsche & Immanuel Kant

- Friedrich Nietzsche

Ide Nietzsche adalah untuk menganalisis perkembangan diri manusia  dan budaya pada masanya sebanyak mungkin. Ini menekankan penerimaan dan berkah kehidupan, kreativitas, kekuatan, semua kontradiksi dan absurditas kehidupan manusia. Dia menolak untuk mengakui keberadaan dunia lain di luar dunia ini. Gagasan terpenting dalam filsafat.

Ide pemikirannya adalah ide penerimaan dalam hidup. Akibatnya, semua ajaran dan gagasan peradaban manusia yang menolak kehidupan ditolak olehnya. Dengan ide ini, ia menginspirasi penyair besar, psikolog, filsuf, sosiolog, seniman, dan  pemikir progresif masa depan.

Salah satu idenya adalah "will to power". Dalam istilah ini, ia dapat digolongkan sebagai  pemikir naturalistik. Ia melihat manusia tidak lebih dari insting alami yang menyerupai binatang dan makhluk hidup lainnya. Nietzsche mengartikulasikan penolakan terhadap berbagai konsep filosofis tradisional seperti kehendak bebas, substansi, kesatuan,  dan jiwa.

Dalam kasus Nietzsche, dunia agak kosong. Dunia tidak memiliki pencipta, tetapi dapat dikembangkan dengan kekuatannya sendiri. Tidak ada pengetahuan objektif dalam jenis dunia ini. Apa yang Anda butuhkan untuk mendapatkan pengetahuan adalah  kemampuan untuk menafsirkan subjektivitas (subjektivitas) dan interpretasi. Dua hal ini kepada Nietzsche dilahirkan oleh kehendak untuk mengerutkan diri. Subjektivitas dan kemampuan interpretatif memungkinkan orang untuk  melihat hubungan sebab akibat dunia. Kedua keterampilan ini memungkinkan manusia untuk menempatkan diri dan objek di  tempat yang tepat di dunia. Will to power mendorong orang untuk menjadi subjek yang hidup dalam kehidupan dan menjadi penafsir dunia yang memberinya makna.

 

- Immanuel Kant

Dalam pemikiran Kant, filsafat moral pada dasarnya bertujuan untuk memahami moralitas. Artinya, “apa yang harus saya lakukan (dengan semangat)?” Dan jawaban atas pertanyaan itu membutuhkan lebih dari sekedar menyatakan atau menetapkan prinsip-prinsip dasar moralitas. Melalui karyanya, Kant membuat pernyataan akurat tentang satu atau lebih prinsip  yang menjadi dasar semua penilaian moral kita. Dalam rumusan manusia, Kant berargumen bahwa "sifat wajar" atau "manusia dan umumnya semua makhluk rasional" ada "sebagai tujuan mereka sendiri."

Seperti ketiga kritikan dari Kant, tampaknya telah beralih dari penilaian itikad baik ke penilaian sederhana atas rasionalitas semacam itu. Kritik alasan murni, kritik alasan praktis, kritik kritik. Salah satu pemahaman tersebut adalah bahwa meskipun kita ingin menempatkan prioritas tertinggi pada niat baik  dalam arti tertentu, tampaknya penting juga untuk menghormati semua, atau setidaknya  semua orang yang  mengatur diri sendiri. Moralitas dan kemanusiaan  adalah mereka yang memiliki harga diri selama mereka mampu secara moral.

          Dengan berbagai keadaan, ia menghabiskan 15 tahun menyelesaikan sebuah mahakarya. Karya agung ini selesai pada tahun 1781 pada usia 57 tahun. Buku pertamanya adalah kritik terhadap nalar murni. Dalam buku ini,  Kant pertama-tama merinci pemikiran manusia, asal mula pembentukan konsep, dan struktur internal jiwa.