Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat datang di blog aku. Perkenalkan Namaku Alika Tiray Maharani, panggil aku Ika. Ini pertama kalinya aku membuat blog dan menceritakan pengalaman aku sesuai dengan judul postingannya. Sebelum aku pergi ke suatu tempat, aku sudah mempersiapkan dulu apa saja kebutuhan yang aku bawa dari semalam, karena kalau disiapkan dari pagi aku tuh suka gak keburu gitu hehehe. Aku pergi ke kota tua dengan naik kereta api, lalu aku beli tiket Pulang Pergi dari stasiun Cibitung - Jakarta Kota dengan seharga Rp 20.000. Setelah aku beli tiket, aku harus nunggu dulu keretanya setengah jam, parah sih ini bikin bete karena aku tuh anaknya gak suka nunggu -_- kereta pun datang di stasiun cibitung jam 10.30, tapi aku tuh naik keretanya ke Cikarang dulu yang mana tambah nunggu lamaaa lagi bikin aku makin sabar, jam 11.00 kereta dari Cikarang pun berangkat menuju ke Jakarta Kota yeayyy. Rutenya cukup panjang tapi gak terlalu lama dengan perjalanan yang cukup jauh, hanya memakan waktu 1 jam 30 menit.
Rute Perjalanan Kereta Api
Saat masuk ke dalem gedung didalamnya sudah diatur sama tali merah buat pembatas jalan, jadi kalian gak bisa lagi asal masuk ke pintu manapun dan itu sangat efektif banget bagi aku karena aku ga perlu kebingungan lagi keliling dalam gedung. Awal masuk dalem gedung aku sudah melihat banyak lukisan dinding yang mengandung makna sejarah dari Museum Fatahillah.

Lukisan dinding

sejarah museum jakarta
Selanjutnya aku masuk ke pintu awal lalu sudah keluar gedung lagi, ternyata dibalik gedung itu ada semacam tempat titik temu. Bahkan di tempat itu ada beberapa tanda petunjuk ke toilet, musola, pintu keluar dan souvenir. Jadi kalian ga kesusahan buat cari lagi.

pintu awal keluar dari museum Fatahillah

Pemandangan titik temu
Dari gedung utama ada jalan kebawah menuju penjara bawah tanah. Dahulu Penjara tersebut dikhususkan kepada para tahanan yang mampu membiayai kamar tahanan mereka sendiri.Namun berbeda dengan penjara yang berada di bawah gedung utama. Hampir tidak ada ventilasi dan minimnya cahaya penerangan hingga akhirnya banyak tahanan yang meninggal sebelum diadili di Dewan Pengadilan. Sebagian besar dari mereka meninggal karena menderita kolera, tifus dan kekurangan oksigen. Penjara di balai kota pun ditutup pada tahun 1846 dan dipindahkan ke sebelah timur Molenvliet Oost. Beberapa tahanan yang pernah menempati penjara balai kota adalah bekas Gubernur Jenderal Belanda di Sri Lanka Petrus Vuyst, Untung Suropati dan Pangeran Diponegoro.

Dilihat dari atas tangga

Jalanan sepanjang penjara bawah tanah

Penjara Bawah Tanah

Ruangan Penjara Bawah Tanah

Ruangan Pertama

cerita bertulisan bahasa belanda

Sebelum 'Kalapa' menjadi 'Jakarta'
Aku langsung memasuki ke ruang utama di lantai 1 dari gedung tersebut, lalu aku mengikuti alur perjalanan sesuai tali pembatas jalan, aku belok ke kanan menuju ruang "Interaksi Dengan Bangsa Eropa".

Ruang Interaksi Dengan Bangsa Eropa


Miniatur Gereja Baru Belanda

Sejarah Miniatur Gereja Baru Belanda
Setelah ke ruangan tersebut, masuk pintu lagi ke ruang "Terbentuknya Batavia". Didalam ruang tersebut terdapat sebuah sejarah datangnya VOC Di Jayakarta dan Pendirian Batavia, kesimpulan dari isinya adalah VOC awalnya datang ke Banten, tetapi kemudian mereka mendirikan pusat dagang mereka di Kalapa dan membangun Batavia di tahun 1619.





Lukisan Jan Pieterszoon Corn

Sejarah Jan Pieterszoon Corn
Seusai dari ruangan tersebut, aku balik kembali ke ruang tamu di lantai 1, sesuai arah pembatas jalan aku menuju ke lantai 2 dengan menaiki tangga cukup lebarrrr. Sampai di lantai atas, aku langsung melihat ruangan "Dari Buni Ke Jabodetabek". Dari sini awal mula sejarah peradaban manusia di Indonesia diceritakan.





Cara Pemakaian Alat Batu

Sejarah Masa Bercocok Tanam dan Masa Perunggu - Besi
Belok ke kiri, ada pintu lagi menuju ruangan yang bernama "Tarumanegara" , salah satu ruangan yang buat aku tertarik adalah salinan Prasasti Ciaruteun. aku agak heran dengan salinanannya, yang hampir mirip dengan aslinya di Desa Ciaruteun Ilir, kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Aku memegang ukirannya karena sebegitu uniknya karya ukiran tangan orang - orang terdahulu, dengan memberikan informasi melalui batu pun bisa menjadi sejarah panjang dalam kehidupan. it's cool idea~



Selanjutnya aku masuk ke ruangan "Sunda" yang mana disini menjelaskan Sistem kepercayaan sunda. salah satu yang menarik dari sistem kepercayaan masyarakat sunda kuno, bahwa adanya gejala campuran antara agama Hindu Salva dan Buddha dengan suatu bentuk "Agama Pribumi", indikasi tersebut muncul dari penyebutan tokoh Hyang, yang posisinya lebih tinggi daripada dewa-dewa dalam ajaran Hindu - Buddha.



Peta Ciela
Sejarah Peta Ciela


Perlengkapan Rumah Tangga di Batavia
Sekarang masuk ke ruangan "Gaya Indis" yang mana di ruangan ini dijelaskan gedung apa saja gaya arsitektur Hindia Belanda. Indis juga berasal dari kata “Nederlandsch Indie atau Hindia Belanda, yaitu nama daerah jajahan negeri Belanda diseberang lautan yang secara geografis meluputi jajahan dikepulauan Nusantara yang disebut Nederlandsch Osdt Indie, untuk membedakan dengan suatu wilayah Suriname dan Curascao. Gaya Indis sebagai suatu hasil perkembangan budaya campuran Belanda dan pribumi Jawa, menunjukkan adanya proses historis.




Nahh ini sudah cukup terakhir ruangan yang aku kunjungi adalah "Orang Betawi - Orang Batavia" isi ruangan tersebut yang buat aku penasaran ialah Perhiasan Pengantin Betawi, jelaslah aku penasaran karena tempat kelahiranku jadi aku harus tau adat pernikahan nanti harus seperti apa, hahaha. Dan satu lagi ada Alat Cetak Kue Satu yang uniknya tuh untuk mendapatkan tekstur gurih yang lezat, masyarakat betawi asli hanya perlu menjemur kue ini di bawah sinar matahari selama satu hari saja mengingat seluruh bahan - bahannya telah dimasak terlebih dahulu.
Selesai dari ruangan yang sudah aku kunjungi, akhirnya aku kembali lagi ke tempat titik temu depan Patung Hermes , lalu mencari petunjuk arah pintu keluar.
Patung Hermes
Sejarah Patung Hermes
Petunjuk arah pintu keluar
Sekian dari perjalanan aku menuju Museum Sejarah Jakarta / Museum Fatahillah. Semoga bermanfaat bagi pembaca blog ini dari pengalaman yang aku berikan. Be fit, be nice dan be happy.












